Konspirasi Alam Semesta
Tentang Buku
Suatu sore di Bandung, seorang lelaki kumal bernama Juang Astrajingga dipertemukan dengan Ana Tidae oleh alam semesta, di sebuah Lorong Palasari, tempat Juang biasa mencari buku-buku bekas dan langka.
Pertemuan itu mungkin terdengar sangat klise, mereka bertabrakan di Lorong toko literasi, menjatuhkan buku-buku Ana Tidae dan Juang ikut membereskan.
Bagusnya, alam semesta tidak mempertemukan mereka satu kali. Ana dan Juang terus dipertemukan dengan cara-cara yang lain, salah satunya, ketika Juang yang seorang jurnalis, harus meliput kisah seorang Sinden internasional yang telah wafat, melalui sang anak, iya, Ana Tidae adalah anak sang Sinden.
Sosok Ana Tidae pun mulai mengisi relung hati Juang, secara perlahan Juang telah jatuh hati. Namun sayangnya, Ana telah memiliki kekasih, ia adalah Deri.
Secara perlahan pula, Ana dihadapkan pada pilihan antara Deri atau Juang. Dengan alasan yang cukup kuat, yakni Deri ketahuan berciuman dengan sahabat Ana sendiri, Ana pun mantap memilih Juang yang sedari lama menunggu kepastian.
Bukan hanya alasan itu, Juang dipilih karena ia begitu sederhana dalam hal apapun, termasuk dalam hal mencintai Ana.
Juang juga merupakan aktivis sosial, yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi, serta menyukai alam, sajak dan sastra.